Cercah Malam

Tirai jendela kamarku terhembus oleh angin malam

Kelam dinginnya menggodaku tuk menengok keluar jendela

Berjalan perlahan, dengan kaki telanjangku menelapak pada dinginnya lantai

Menguatkan seutas keinginan tuk melihat langit di malam ini

...

Duduklah aku dikursi dekat jendela itu

Pemandangan luar biasa menakjubkan yang tak lekang akan waktu

Disertai angin dingin yang menyamarkan lelahku

Sungguh, cercah malam yang indah

...

Mengawang rasi bintang dan merajut huruf akan sebuah kata

Memperhatikan kelap - kelip bintang yang tak pernah berhenti menghiburku

Terus termenung dengan tersenyum sembari meluapkan sisi negatif duniawi

Tenang tuk hanyut selaras pada atmosfir malam sayup ini

...

Lepas, hentak, dan jangan pernah menolak

Agar hilang, lenyap, lebur dan musnah

Jadilah debu dan buatlah bintang baru beberapa tahun lagi

Menjadi buah pengingat indah akan kesalahan kelamku

...

Menjadi catatan indah diatas cakrawala yang terbentang sejauh mata memandang

Dengan tangis dan senyuman tuk menjadi tanda bacanya

Gemerlap dari masing bintang adalah berbagai bab dari ceritanya

Jadi, "cercah malam" ini adalah judul catatannya.

...

Takkan lama waktuku disini

Pagi akan menjemput sebentar lagi

Esok atau entah kapan dimana angin memanggil lagi

Akan ku buka lagi cercah malam-ku.

...

Selamat tidur malam ini.(menutup jendela)


=======
Yaaa, malam ini indah banget seriusan. Suka duka terasa campur aduk. Dilengkapi beberapa teman yang mengingatkanku akan pengalaman kelam yang membantuku menjadi orang yang lebih baik.

Hooaamm.. ngantukk..
Goodnight, thx for someone.


Sincelery, Yahya Arya Putra
00:15 AM


Note: Gausa gampang sedih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kepadamu, kemarin

Egoisme Diri

Sindir Meow