Sindir Meow
Cerita kali ini dimulai diluar rumah, dengan nyamuk sebagai teman dan para kucing yang berlalu-lalang. Memang!, kali ini bukan pertama kalinya diriku bertemu seekor kucing. Namun, untuk kali ini, biarlah diri ini bertanya. "Sebebas itukah dirimu kucing?" Maksudku, ia hanya seekor hewan tanpa otak sebaik manusia. Namun hei!, tunggu dulu. "Otak sebaik manusia" Tidak, tidak!. Bukan maksud kata tuk menghunjam. Namun, masih banyak orangtua yang tak lagi peduli dengan anak-anaknya ketika mereka lahir?. Jangan bandingkan dengan seekor kucing. Bahkan anak yang entah siapa bapaknya. Ia akan menjaganya dengan tulus. "Bukan begitu?". Ohh, atau.. Memperoleh makanan, namun, membuangnya sebelum habis sebagai sampah. Sedang kucing yang malang ini, bisa bertahan dari makanan bekasmu itu!. Mereka pun tak mengeluh, tidak seperti kau!. Yang kerjanya hanya makan, tidur lalu pergi kembali tuk bermain. Mungkin.., kalau para kucing itu bisa sambat mereka 'kan mengeong tia...