Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Kau tau

Rintik hujan tak pernah bermaksud 'tuk menemani rintih air mata Ataupun senja, dengan ceritanya yang menyurutkan fajar Karena mereka tau, suka atau duka adalah sama Orang-orang datang dan pergi. Bertemu, mengenal, dan saling menyakiti atau juga mengasihi, namun bukan dengan rumah yang sama. Sengaja atau tidak, inilah kehidupan Mereka berkata kau lemah karena tangis itu Namun mereka juga mengatakan, kau lembut atas tangismu Sampai akhirnya, semua kembali padamu Nestapa ada, karena susah bagimu Bahagia pun datang, karena syukur dan senyummu Jadi, menangislah untukmu Sampai puas hati dan pikiranmu Biarkanlah air mata itu berjatuhan Karena ku yakin kau tahu kapan Waktu 'tuk berhenti merintih. - Menara Tangga, (Originally writed on) 17 Juni 2019 Yahya Arya Putra.

Andai pagi perhenti mencuri

Kali ini, aku ingin bercerita tentang suatu malam-malam yang biasa. Dimana diriku mulai bercerita tentang harapku, keluhku, atau hanya sekedar ingin melihatmu tertawa atau bercanda bersama. Jadi malam ini, kebiasaan itu terulang kembali Dimana kau terdiam ditengah perbincangan kita Mungkinkah tersenyum malu? Atau bingung dan berakhir sudah Dialog kita telah berada di ujung kalimat Pembicaraan berakhir dengan mengganti hari Namun yang ingin kupastikan adalah resahku Kepada esok, apakah hal ini akan terulang?    ~ Renungku, Aku mungkin berada pada bab baru kehidupan Pada cerita yang dilukis oleh cahaya Suasana indah yang tak tergambar kata Namun menitih untuk saling mengejar akhir   Aku ingin berteriak Menyudahi permainan waktu yang kita jalani ini Andai ada kata yang dapat menyakinkanmu tanpa mengusik waktu Mungkin itulah kata yang selalu ingin ku ucap   Meskipun aku tau, Aku bukan buku tuk kau baca Bukan pula pelajaran yang harus kau pahami Terlebih, aku hanya aku da...

Postingan populer dari blog ini

Kepadamu, kemarin

Egoisme Diri

Sindir Meow