Sindir Meow

Cerita kali ini dimulai diluar rumah, dengan nyamuk sebagai teman dan para kucing yang berlalu-lalang. 

Memang!, kali ini bukan pertama kalinya diriku bertemu seekor kucing. Namun, untuk kali ini, biarlah diri ini bertanya.

"Sebebas itukah dirimu kucing?"

Maksudku, ia hanya seekor hewan tanpa otak sebaik manusia. Namun hei!, tunggu dulu.

"Otak sebaik manusia"

Tidak, tidak!. Bukan maksud kata tuk menghunjam. Namun, masih banyak orangtua yang tak lagi peduli dengan anak-anaknya ketika mereka lahir?. 

Jangan bandingkan dengan seekor kucing. Bahkan anak yang entah siapa bapaknya. Ia akan menjaganya dengan tulus. "Bukan begitu?".

Ohh, atau..

Memperoleh makanan, namun, membuangnya sebelum habis sebagai sampah. Sedang kucing yang malang ini, bisa bertahan dari makanan bekasmu itu!.

Mereka pun tak mengeluh, tidak seperti kau!. Yang kerjanya hanya makan, tidur lalu pergi kembali tuk bermain.

Mungkin.., kalau para kucing itu bisa sambat mereka 'kan mengeong tiap harinya. Ramai pada bincangan media sosial, atau bermain TikT*k seperti kalian untuk mencari kesenangan.

Oh, begini. Atau memang kita sebagai manusia dididik untuk menjadi binatang?

"Kalian bilang, kita bukan robot kan?"

Sudah - sudah, maaf-maaf dariku, maksudku. Aku hanya berpikir dan ingin bercerita pada kalian. Kiranya kalimatku ini salah maka kritik-lah diriku, bangun diri ini 'tuk menjadi yang lebih baik (menurut kalian).

Betul!, diriku juga pasti salah bukan?. Namun, aku masih memperhatikan kalian, teman-temanku. Tak seperti kalian, yang jadi acuh pada temanmu ini(diriku). Seolah tak mengenal, dan memandangku dengan sebelah mata(mungkin).

Sudah!, ini kan tentang kucing tadi ?.

Sekarang, ia sedang duduk dengan tenang didepanku. Kau boleh bilang ia menikmati malam ini dengan tenang. Namun telinga berbulunya selalu waspada dalam mendengar segala hal, termasuk kebohongan.

"Kebohongan?, mmm.."

Sepertinya mata ini telah semakin berat dan pikiran ini telah menjadi semakin jauh.

Waktu yang baik untuk ku akhiri bukan?. Selamat tinggal kucing!.

=====
I'm still human, nor an animal. Hope so!

Sincerely me,
Yahya Arya Putra

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kepadamu, kemarin

Egoisme Diri